Senin, 18 November 2013

Dampak naiknya dollar terhadap bisnis

Saat ini nilai tukar rupiah terhadap dollar memang sangat melemah dari waktu ke waktu. Hal ini sangat diwaspadai bagi pengusaha, investor dan beberapa orang yang setiap harinya menjalankan bisnisnya. Karena mereka tidak mau gulung tikar seperti ketika tahun 1998. Krisis memang bisa terjadi kapan saja ketika keadaan ekonomi seperti saat ini.

Ini terjadi disebabkan karena dollar Amerika yang semakin menguat dan telah berhasil keluar dari krisis yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Amerika juga berhasil mengurangi angka pengangguran disana sehingga mereka menarik stimulus yang sebelumnya diberikan kepada beberapa Negara di Asia. Dengan penarikan stimulus ini tentu sangat berdampak bagi keadaan ekonomi dan perdagangan di Asia sendiri. Tidak hanya rupiah yang memang melemah namun hampir semua nilai mata uang asing kecuali dolar pun melemah. Hal ini tentu bukan tanpa dampak atau efek.

Dollar sendiri semakin menguat bukan hanya karena keadaan ekonomi Amerika yang sudah menguat. Hal ini juga sebagai dampak dari rencana kenaikan BBM dan juga ketidakstabilan ekonomi Indonesia beberapa waktu yang lalu. Rupiah memang semakin melemah sejak pertengahan bulan Agustus lalu hingga sampai sekarang telah masuk ke angka Rp. 11.000.

Rupiah yang cenderung melemah ini menyebabkan beberapa usaha makro di Indonesia tidak bisa berjalan dengan baik. Usaha makro sangat membutuhkan kondisi ekonomi yang stabil dan bukan labil seperti sekarang ini. Menguatnya dollar juga membuat ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran yang ada.

Memang ketika rupiah merosot dan dollar naik, ini menunjukkan bahwa permintaan akan mata uang rupiah di Indonesia sendiri sedang sangat menurun. Jika sudah begini tentu saja malahan membuat biaya impor beberapa bahan baku ke luar negeri menjadi meningkat juga. Artinya pengusaha akan membutuhkan dana yang lebih besar ketika akan mengimpor semua hal ke luar negeri.

Selain mempengaruhi impor ke luar negeri, suku bunga juga akan meningkat di beberapa bank karena banyak sekali perubahan investasi di Indonesia setelah dollar menguat. Efek yang sangat berbahaya bagi Indonesia adalah inflasi. Inflasi bisa terjadi dan tentu saja ketika inflasi terjadi, semua harga barang-barang akan merangkak naik.

Oleh karena itu, sebenarnya BI dan pemerintah harus segera mencari solusi agar semua efek itu tidak terjadi. Saat ini saja harga beberapa barang memang sudah merangkak naik. Ini tentu kondisi yang sangat buruk bagi semua masyarakat Indonesia. Dollar yang naik bukan hanya berdampak bagi investor besar, atau pengusaha saja namun bagi masyarakat kecil.


http://www.teropongbisnis.com/teropong-keuangan/artikel-keuangan/beberapa-efek-kenaikan-dolar/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar