Minggu, 21 April 2013

Hukum Perjanjian

ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI 
HUKUM PERJANJIAN




Nama : Nisaa’ Aqmarina 
NPM : 25211190 
Kelas : 2EB10
Dosen : DESI PUJIATI

JURUSAN AKUNTANSI 
FAKULTAS EKONOMI 
UNIVERSITAS GUNADARMA


BAB I
Pendahuluan

1.1 Pengertian Perjanjian
Perjanjian adalah suatu peristiwa dimana seseorang berjanji kepada seseorang lain atau dimana dua orang saling berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal. Perjanjian berupa suatu rangkaian perkataan yang mengandung janji-janji atau kesanggupan yang diucapkan atau ditulis. Perjanjian mengandung pengertian yang kongkrit. Hal ini dikatakan demikian karena perjanjian dapat dilihat atau dibaca suatu bentuk perjanjian ataupun didengar perkataan-perkataannya yang berupa janji. Suatu perjanjian juga di namakan persetujuan, karena dua pihak itu setuju untuk melakukan sesuatu. Dapat dikatakan bahwa dua perkataan (perjanjian dan persetujuan) itu adalah sama artinya. Perkataan kontrak, lebih sempit karena ditujukan kepada perjanjian atau persetujuan yang tertulis. 

Minggu, 24 Maret 2013

Aspek Hukum Dalam Ekonomi


Kelompok :
1. Indah Puji Lestari (23211370)
2. Nisaa' Aqmarina (25211190)
3. R. Farda Tantia (25211690)
4. Ryzmelinda (26211531)
5. Sherly Vicky H (26211740)


Nama Perusahaan : PT AQUA GOLDEN MISSISSIPPI
Alamat Perusahaan : Jalan Raya Bekasi Km 27 Pondok Ungu Bekasi Barat
Tanggal Pendirian : 20 Februari 1973
Pemilik Perusahaan : Danone
Izin Usaha Legislatif SIUP : 813/0524/09-05/PB/IV/89/1
Halal NO : 00120016900801
No Kesehatan POM : NO BPOM RI MD 249110001171
IMB : 4128/PU-030/1-B/1984
Surat Persetujuan Lingkungan Setempat : 660:1/813/PLH:2/VII/2008 dan 503/HER:19-BPPT/M/2011
SNI : 01-3503-2006

Sabtu, 05 Januari 2013

Posting 8 Ekonomi Koperasi

Review 5
KRITIK TERHADAP KOPERASI (SERTA SOLUSINYA) SEBAGAI MEDIA PENDORONG PERTUMBUHAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) 
Oleh: Bambang Suprayitno 
(Staf Pengajar FISE Universitas Negeri Yogyakarta) 

E. Penutup 

Secara konsep hampir bisa dikatakan bahwa koperasi adalah bentuk badan usaha yang paling ideal untuk diterapkan demi tercapainya kesejahteraan sosial. Namun seideal apapun suatu konsep hanya akan sebatas wacana belaka dan konsep ideal tadi hanya bisa terwujud dalam utopia ketika konsep yang diinginkan tidak sesuai dengan konteks yang ada dan ketika tidak dapat mengakomodasi perubahan yang ada di sekitarnya.
Kita bisa menarik hikmah kenapa kapitalisme tumbuh subur bahkan kehancurannya tidak terwujud sebagaimana yang didengungkan para filosof yang mempunyai ideology yang bertentangan dengan kapitalisme, namun sebaliknya kenapa komunisme semakin meredup bahkan seperti tdak ada nyawa dalam peradaban sekarang ini. Satu hal yang mesti dipetik dari fenomena ini adalah kapitalisme tumbuh subur karena ideologi dijalankan dengan penuh kebijakan dan adanya perbaikan terus menerus sehingga seringkali kita mendapatkan sentuhan sosialisme dari tangan-tangan pendukung kapitalis. 
Begitu juga dengan koperasi, sesempurna apapun konsep yang dikemukakan namun jika tidak bisa dijalankan dalam tataran kontekstual yang tepat maka tidak akan berjalan baik. Dengan adanya kritik dan evaluasi yang diwujudkan dalam perubahan yang mengadaptasi konsteks yang ada maka niscaya koperasi akan dapat mencapai tujuannya. 

Posting 7 Ekonomi Koperasi

Review 4
KRITIK TERHADAP KOPERASI (SERTA SOLUSINYA) SEBAGAI MEDIA PENDORONG PERTUMBUHAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) 
Oleh: Bambang Suprayitno 
(Staf Pengajar FISE Universitas Negeri Yogyakarta) 

D. Solusi Terhadap Permasalahan Yang Ada Dalam Koperasi 

Berangkat dari permasalahan yang dihadapi oleh koperasi maka penulis mengajukan beberapa solusi yang bisa diimplementasikan dalam koperasi sehingga unit usaha UMKM yang bernaung dibawahnya semakin maju dan kuat. Jika kinerja koperasi tidak dibenahi maka besar kemungkinan UMKM yang bernaung dibawahnya semakin lemah dan keropos karena adanya efek negatif karena bergabungnya dalam koperasi. 

1. Peningkatan Kualitas SDM dalam Koperasi
Anggota-anggota koperasi tidak dipungkiri berasal dari SDM yang kurang berkualitas oleh karenanya hal ini tidak bisa dipaksakan untuk meningkat dengan perkembangan yang baik. Yang paling penting untuk dijadikan fokus peningkatan SDM adalah personel yang terlibat dalam kegiatan operasional koperasi. Personel tersebut adalah pengawas, pengurus, dan pengelola.

Posting 6 Ekonomi Koperasi

Review 3
KRITIK TERHADAP KOPERASI (SERTA SOLUSINYA) SEBAGAI MEDIA PENDORONG PERTUMBUHAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) 
Oleh: Bambang Suprayitno 
(Staf Pengajar FISE Universitas Negeri Yogyakarta) 

C. Hambatan Sekaligus Kritik Terhadap Koperasi 

Secara umum jika diinventaris maka kendala yang juga bisa dianggap kritik yang dihadapi oleh koperasi ada dari berbagai sisi sebagaimana berikut: 

1. Sumber Daya Manusia (SDM) 
Banyak sekali kenyataan di lapangan yang mengungkapkan bahwa SDM yang ikut terlibat di dalamnya baik sebagai anggota, pengurus, maupun pengelola koperasi kurang bisa mendukung jalannya koperasi. Dengan kondisi seperti ini maka koperasi berjalan dengan tidak professional dalam artian tidak dijalankan sesuai dengan kaidah sebagaimana badan usaha lainnya. 

Dari sisi keanggotaan, seringkali pendirian koperasi itu didasarkan pada dorongan yang dipaksakan oleh pemerintah. Akibatnya pendirian koperasi didasarkan bukan dari bawah melainkan dari atas sehingga pelaksanaan koperasi juga tidak sepenuh hati. 

Pengurus yang dipilih dalam Rapat Anggota (RA) sering kali dipilih berdasarkan status sosial (baik strata ekonomi ataupun adat) dalam masyarakat itu sendiri. Dengan demikian pengelolaan koperasi dijalankan dengan kurang adanya kontrol yang ketat dari para anggotanya. Hal ini disebabkan karena adanya rasa keengganan dari para anggota itu sendiri. 

Sedangkan pengelola yang ditunjuk oleh pengurus seringkali diambil dari kalangan yang kurang profesional. Seringkali pengelola yang diambil bukan dari kalangan yang berpengalaman baik dari sisi akademis maupun penerapan dalam wirausaha melainkan dari orang-orang yang kurang atau bahkan tidak mempunyai pekerjaan. 

Posting 5 Ekonomi Koperasi

Review 2
KRITIK TERHADAP KOPERASI (SERTA SOLUSINYA) SEBAGAI MEDIA PENDORONG PERTUMBUHAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) 
Oleh: Bambang Suprayitno 
(Staf Pengajar FISE Universitas Negeri Yogyakarta) 

B. Sekilas Tentang Koperasi 

1. Konsep Koperasi 
Menurut Britannica Concise Encyclopedia, Koperasi atau Cooperative Organization bermakna organization owned by and operated for the benefit of those using its services. Makna mudahnya adalah organisasi koperasi adalah organisasi yang dimiliki sekaligus dioperasikan untuk kepentingan penggunanya dalam hal iniadalah anggotanya. Koperasi berawal dari kata "co" yang berarti bersama dan "operation" (operasi) artinya bekerja sehingga koperasi diartikan bekerja sama. Sedangkan pengertian umum koperasi adalah suatu kumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan sama, diikat dalam suatu organisasi yang berasaskan kekeluargaan dengan maksud mensejahterakan anggota. 

Gerakan koperasi digagas oleh Robert Owen (1771–1858), yang menerapkannya pertama kali pada usaha pemintalan kapas di New Lanark, Skotlandia. Gerakan koperasi ini dikembangkan lebih lanjut oleh William King (1786–1865) dengan mendirikan toko koperasi di Brighton, Inggris. Pada 1 Mei 1828, King menerbitkan publikasi bulanan yang bernama The Cooperator, yang berisi berbagai gagasan dan saran-saran praktis tentang mengelola toko dengan menggunakan prinsip koperasi. 

Posting 4 Ekonomi Koperasi

Review 1
KRITIK TERHADAP KOPERASI (SERTA SOLUSINYA) SEBAGAI MEDIA PENDORONG PERTUMBUHAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) 
Oleh: Bambang Suprayitno 
(Staf Pengajar FISE Universitas Negeri Yogyakarta) 

Abstrak 
Koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat maupun sebagai badan usaha berperan serta untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dalam tata perekonomian nasional yang disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi oleh karenanya koperasi dijadikan soko guru perekonomian Indonesia. Paradigma seperti ini didukung oleh pemerintahan baik dari Orde Lama hingga Orde Reformasi ini. 
Akan tetapi tidak sedikit tentangan dan hambatan yang dialami pergerakan koperasi ini. Kondisi empiris mengungkapkan bahwa banyak sekali koperasi yang ada di Indonesia tidak dapat mensejahterakan anggotanya bahkan banyak yang mengalami kegagalan seiring dengan waktu sehingga bubar dengan sendirinya akibat berbagai faktor. 
Kondisi organisasi koperasi yang kuat akan mendorong juga penguatan UMKM namun jika koperasi tidak sehat maka menjadi suatu kesia-sian UMKM bergabung dalam wadah ini. Jika UMKM berjuang sendiri-sendiri maka besar kemungkinan akan terlibas arus globalisasi dan perdagangan bebas. Ujung–ujungnya tak ubahnya kita akan terjajah secara ekonomi oleh kekuatan perusahaan multinasional yang masuk dalam aktivitas ekonomi domestik kita. 
Kata Kunci: Koperasi, UMKM, Ekonomi Rakyat