Minggu, 29 Desember 2013

2014 Defisit Transaksi Berjalan 2,9 Persen

Bank Indonesia (BI) berharap defisit transaksi berjalan pada 2014 dapat turun menjadi 2,9 persen, dibandingkan akhir 2013 yang diperkirakan mencapai 3,6 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI berharap defisit transaksi berjalan ke level 2,9 persen, sehingga mendekat ke tingkatan yang ditoleransi sebesar 2,5 persen dari PDB.

Secara nominal defisit transaksi berjalan pada akhir 2013 diperkirakan mencapai 31 miliar dolar AS, sementara pada 2014 diharapkan mencapai 25 miliar hingga 26 miliar dolar AS.

Defisit transaksi berjalan telah berlangsung selama sembilan triwulan, dan pada triwulan II 2013 mencapai 4,4 persen dari PDB. Berharap kondisi impor yang meningkat dapat diikuti dengan peningkatan ekspor yang lebih besar pada 2014. Impor yang perlu mendapatkan perhatian ke depan adalah impor minyak dan gas yang akan terus meningkat, menyusul peningkatan penjualan kendaraan bermotor.

Ekonomi Indonesia tahun 2014 diprediksi terpuruk

Kondisi perekonomian Indonesia tahun 2014 dinilai akan berada dalam kondisi terpuruk. Kondisi dapat terjadi karena dipengaruhi oleh perekonomian dunia yang cenderung tidak stabil.

Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ) M Riza Damanik menyebutkan, terdapat dua penyebab yang membuat kondisi perekonomian nasional terpuruk. Penyebab itu adalah kenaikan harga minyak dunia yang mendorong subsidi membengkak serta merosotnya nilai tukar rupiah yang melipatgandakan nilai utang luar negeri.

Pemicu utamanya adalah pembengkakan subsidi energi yakni subsidi BBM dan listrik. Belanja subsidi energi di RAPBN 2014 melonjak Rp 44,1 triliun, dari Rp 284,7 triliun menjadi Rp 328,7 triliun.

Utang luar negeri semakin membengkak lantaran nilai tukar rupiah terhadap dolar semakin merosot. Tetapi, ungkap dia, pemerintah justru mengambil solusi untuk menutup pengeluaran dengan cara semakin memperbanyak utang luar negeri maupun dalam negeri.

Banyak Kasus Korupsi, Mata Uang Negara Ini Anjlok

Kasus korupsi yang berkembang dan diduga melibatkan sejumlah pejabat pemerintah, membuat mata uang lira Turki jatuh ke rekor terendahnya. Bursa saham juga berjatuhan. 

Mata uang lira pada Jumat kemarin jatuh ke level terendahnya terhadap dolar AS. Indeks utama di bursa Turki, yaitu Borsa Istanbul National 100, anjlok 6,2% pekan ini, dan jatuh lebih dari 18% tahun ini.

Meluasnya penyelidikan soal kasus korupsi telah merusak citra pemerintah Turki yang dipimpin Perdana menteri Recep Tayyip Erdogan, dan mulai membuat investor kabur.

Krisis korupsi ini dimulai dari pengunduran diri 3 menteri, karena anak-anaknya tertuduh melakukan tindak korupsi. Pemerintah Turki menganggap meluasnya penyelidikan korupsi ini sebagai serangan politik kepada pemerintahan Erdogan yang sudah berkuasa 11 tahun.

Utang luar negeri Indonesia tahun 2013

Beban utang luar negeri Indonesia dalam kurun waktu Januari hingga Oktober 2013 terbilang cukup besar. Jumlah total utang tersebut mencapai USD 259,867 miliar yang terbagi menjadi utang pemerintah dan swasta.

Data Bank Indonesia menunjukkan utang luar negeri pemerintah sampai dengan Oktober 2013 senilai USD 123,212 miliar dan posisi utang luar negeri swasta sebesar USD 136,655 miliar.

Angka tersebut belum termasuk jumlah utang luar negeri yang belum terbayar pada tahun-tahun sebelumnya. Jika diakumulasi, menurut dia, total utang luar negeri pemerintah dan swasta dalam rupiah mencapai Rp 3.118,404 triliun.

Sabtu, 28 Desember 2013

Rencana pengurangan nilai pecahan mata uang Rupiah

Pengurangan Digit Rupiah (Redenominasi) ini rencananya akan dilakukan Pemerintah. Ini pengalaman redenominasi pertama bagi Indonesia. Sosialisasi adalah tahap kritis dalam rencana redenominasi, jangan sampai pemahaman masyakarat tidak sama seperti yang diharapkan oleh pemerintah. Kalau soal teknis seperti pencetakan uang dan penarikan uang lama, itu mudah. Topik yang sedang menarik perhatian publik saat ini adalah redenominasi rupiah. Rencana Bank Indonesia untuk melakukan redenominasi rupiah banyak mengundang kritik dari berbagai pihak dari ahli ekonomi, pengamat bursa saham, pelaku bisnis dan lain-lainnya. Bank Indonesia mengatakan, redenominasi rupiah tidak sama dengan sanering atau pemotongan nilai mata uang. Sebab, dalam redenominasi meski tiga angka Nol terakhir dihilangkan, tapi nilainya sama.

Redenomiasi rupiah adalah penyederhanaan nilai mata uang atau dengan kata lain pengurangan nilai mata uang, tetapi tidak mengurangi nilai tukar dari mata uang yang dikurangi tersebut.

Sebagai contoh Nilai Mata Uang Rupiah Rp. 1.000,- (seribu rupiah) nantinya akan menjadi Rp. 1,- (satu) rupiah saja, Rp. 10.000,- akan menjadi Rp. 10,- (intinya nilai mata uang sekarang dikurangi dengan tiga digit nominal). Memang saat ini masih ada pembahasan, berapa digit yang akan dihilangkan. 3 digit atau 2 digit.

Senin, 23 Desember 2013

Public Choice

Pengertian Public Choice
Public Choice adalah sebuah perspektif untuk bidang politik yang muncul dari pengembangan dan penerapan perangkat dan metode ilmu ekonomi terhadapa proses pengambilan keputusan kolektif dan berbagai fenomena non pasar (non market phenomena). Tetapi diakui bahwa keterangan pendek ini tidak cukup memberi deskripsi yang lengkap karena untuk mencapai suatu perspektif bagi politik seperti ini diperlukan pendekatan ekonomi tertentu.

Perkembangan Public Choice
Pemikiran Public Choice dalam merombak bidang–bidang sosial maupun politik sesuai hokum ekonomi klasik yang analog dengan permintaan dan penawaran komoditas. Dengan analogi tersebut, maka pemerintah bisa diasumsikan sebagai supplier, yang bisa menyediakan komoditas publik untuk masyarakat. Selain itu Public Choice memiliki perhatian yang tertuju terhadap fungsi pilihan sosial atau eksplorasi terhadap kepemilikan kesejahteraan sosial. Public Choice bukan suatu objek studi tetapi sebuah cara untuk menelaah subyek, jadi Public Choice bisa menjadi petunjuk bagi pengambil keputusan untuk menentukan pilihan kebijakan yang paling efektif.

Kemacetan tiada henti

Volume kendaraan semakin bertambah tetapi volume luas jalan tidak bertambah yang mengakibatkan kemacetan yang tidak pernah ada hentinya terutama di kota-kota besar seperti Jakarta.

Penyebab kemacetan antara lain:
  • Mall-Mall di Jakarta yang menjamur
Tak bisa dipungkiri bahwa mall-mall di Jakarta sangat banyak sehingga jalanan akan padat dan merayap dikarenakan adanya mall-mall ini. Apalagi terletak di pinggir jalan besar, membuat jalanan yang seharusnya tidak terhenti alias jalan lurus jadi agak terhambat dengan mobil-mobil yang mau masuk kedalam mall. Ini membuat jalanan menjadi macet.
  • Musim Hujan
Hujan, sebenarnya tidak bisa disalahkan. tapi dengan struktur jalanan di kota, pembuangan air yang masih kurang bagus, menyebabkan air hujan yang deras akan menggenangi jalnan semakin tinggi hingga membuat mobil dan motor yang seharusnya berjalan mulus jadi tersendat mengakibatkan jalanan yang biasanya padat jadi makin padat atau malah stuck. Diharapkan adanya mobil pompa yang banyak yang bisa menyerap air-air yang menggenangi jalanan. Sehingga selain macet di jalanan sedikit mereda, dan banjir pun bisa sedikit diatasi.